Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 November 2012

Tiga Rahasia Sukses Henry Ford



Siapa yang tak kenal dengan Henry Ford. Ia adalah seorang tokoh yang meleganda di abad ke-20. Pengusaha visioner yang memperkenalkan konsep lini perakitan ini menjadi industrialis yang memelopori produksi mobil massal. Ia juga memperkenalkan pertama kali mobil berbiaya murah, karena mimpinya adalah setiap pekerjanya mampu membeli mobil-mobil yang mereka produksi.

Pada ulang tahunnya ke-75, Henry Ford pernah ditanya mengenai rahasia kariernya yang cemerlang. Jawabannya sederhana saja, yaitu:

1) Saya tidak pernah makan berlebihan.

2) Saya tidak pernah cemas secara berlebihan.

3) Apa pun yang saya kerjakan, akan saya lakukan sebaik mungkin. Dan saya tahu apa pun yang terjadi dalam hidup saya, hal itu terjadi demi kebaikan saya sendiri. Saya percaya pada Tuhan.

Rahasia yang simpel tapi terbukti punya pengaruh besar dalam kehidupan seorang manusia. Kisah Henry Ford inilah salah satu buktinya. Luar biasa!

Sumber : 
http://www.andriewongso.com/articles/details/5310/Tiga-Rahasia-Sukses-Henry-Ford

Kamis, 08 November 2012

Mulai Berwirausaha dengan Sikap Mental Berbeda



Ketika seseorang mulai berbisnis, tentu banyak ketakutan dan kendala yang dihadapi. Takut kehilangan kemapanan sebagai pegawai, yang sudah pasti terima gaji pada setiap bulan, takut kehilangan fasilitas dari kantor, hingga takut tidak dapat memenuhi kehidupan keluarga.

“Sebenarnya yang paling membuat orang tidak berdaya adalah mental,” ujar motivator dan wirausahawan Tung Desem Waringin.

Sikap mental ini sangat terkait erat dengan masa lalu seseorang. Dia bercerita, ada pegawai negeri yang sebenarnya hendak memulai berwirausaha, tetapi tidak berani memulainya. Selidik punya selidik, ayahnya yang pegawai pernah berwirausaha tetapi ditipu mitra bisnisnya dan akhirnya bangkrut. Sejak saat itu ayahnya mengatakan bahwa berwirausaha itu penuh risiko dan tidak menyenangkan, lebih baik menjadi pegawai karena akan menerima gaji tetap.
“Apa yang dia dengar, dia lihat dan dia rasakan sangat melekat pada benaknya. Sikap mental ini selalu menghambat dia untuk melangkah menjadi wirausahawan. Bagaimanapun dia mengikuti pelatihan, tidak akan membuatnya menjadi berubah menjadi wirausahawan sebelum hambatan mental itu dibongkar,” kata Tung lagi.

Bagaimana membongkar sikap mental ini ? Perubahan memang memerlukan proses. Proses ini berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. “Tetapi, perubahan itu akan terjadi jika ada alasan yang sangat kuat,” kata Tung.

Berbincang dengan diri sendiri 
Perbincangan dengan diri sendiri (self talk) juga berpengaruh terhadap sikap mental seseorang. Jika salah mengarahkan, akan menjadi negatif dan malahan membuat tembok halangan menjadi lebih tebal lagi.

Pertanyaan seperti “Bagaimana kalau berusaha lalu bangkrut ?” itu merupakan pertanyaan yang biasa diajukan ketika seseorang mau berwirausaha. Pertanyaan ini dapat diubah menjadi “Apa ruginya jika tidak memulai bisnis dari sekarang ?” atau “Apa untungnya jika memulai bisnis dari sekarang ?” “Itu bisa dijawab, kalau memulai dari sekarang, jika bisnis gagal maka masih ada waktu untuk memperbaikinya, keuntungannya, jika bisnis berhasil, kesempatan untuk menikmatinya juga lebih panjang,” kata Tung yang juga pernah menutup beberapa bisnisnya karena prospeknya tidak baik.

Dia juga menekankan, sesama wirausahawan sebaiknya tidak menganggap wirausaha lain sebagai saingan yang harus dijegal. Sebaliknya, wirausaha lain harus dirangkul dan diajak bekerja sama untuk bersama-sama maju.

“Kesalahan yang sering saya amati adalah para wirausahawan ingin cepat mendapatkan untung dalam jangka pendek. Padahal, berusaha itu merupakan proses dan harus dilihat dalam jangka panjang. Orang yang sukses berbisnis mampu melihat keuntungan jangka panjang ketimbang jangka pendek,” kata Tung lagi.

Minggu, 28 Oktober 2012

Bagaimana Menyalakan Api Gairah Anda


gairah
Ketika anda memutuskan untuk menemukan gairah anda, anda membuat komitmen penting untuk diri sendiri. Anda sedang mengatakan bahwa anda adalah seorang prioritas utama dan anda akan menemukan hal-hal dalam hidup yang benar-benar anda nikmati. Bila anda memiliki gairah sejati untuk hidup, anda tidak pernah merasakan hidup sebagai sebuah tugas. Seluruh sikap dan kepribadian anda bahkan bisa berubah menjadi lebih baik.
Jika Anda ingin mencintai kehidupan, Anda perlu untuk mengejar gairah Anda. Jangan buang waktu lagi dan pergi!
Cobalah beberapa poin pada daftar dibawah ini untuk menyalakan api gairah anda:
1. Mulailah dengan talenta yang anda miliki.
Setiap orang memiliki bakat khusus atau hobi. Anda tidak harus menjadi yang terbaik untuk suatu hal, hanya temukan bidang yang anda nikmati. Pilih sesuatu yang selalu membuat anda bahagia. Pilihlah aktivitas yang selalu membuat Anda lupa waktu. Anda kemudian dapat memutuskan untuk mengambil satu langkah lebih lanjut untuk mulai menyalakan gairah Anda. Lontarkan pertanyaan-pertanyaan penting kepada diri anda sendiri. Misalkan, anda memiliki hobi menulis, maka tanyakan pada diri anda : Bisakah anda menulis sebuah buku tentang suatu subjek? Bisakah Anda menjadi seorang ahli? Bisakah anda mencari uang di bidang tersebut?

Rabu, 17 Oktober 2012

Orang yang Cepat Bosan Lebih Rentan Mati Muda

Foto: Orang yang Cepat Bosan Lebih Rentan Mati Muda

Tidak salah jika ada anjuran untuk selalu membunuh rasa bosan, sebab jika tidak demikian maka seseorang benar-benar bisa dibunuh oleh rasa bosan. Menurut sebuah penelitian terbaru, rasa bosan bisa memicu kematian datang lebih cepat.
Penelitian Dr John Eastwood dari York University baru-baru ini membuktikan bahwa rasa bosan erat kaitannya dengan risiko depresi, tidak takut bahaya, makan berlebih dan penyalahgunaan zat terlarang. Berbagai risiko tersebut dikaitkan lagi dengan risiko mati muda.
Tanda-tanda orang bosan menurut Dr Eastwood seperti yang dimuat dalam laporannya di jurnal Science antara lain sebagai berikut:

1. Susah memperhatikan suatu hal
2. Sadar kalau susah memperhatikan, dan
3. Menyalahkan keadaan karena jadi susah memperhatikan.

Padahal menurut Dr Eastwood, kemampuan memusatkan perhatian pada satu hal adalah salah satu kunci untuk menghindari rasa bosan. Sayangnya ketika mulai bosan, orang cenderung mengalihkan perhatian pada hal lain yang makin membuatnya tidak fokus.
"Kita kadang suka bilang, 'Aku bosan, jadi aku mau nonton TV atau nonton film'. Rasa bosan itu seperti pasir hisap. Makin kita berusaha menghindar, makin cepat kita akan tenggelam di dalamnya," kata Dr Eastwood seperti dikutip dari News.com.au, Rabu (17/10/2012).
Berbagai penelitian sebelumnya juga mengatakan bahwa rasa bosan pada remaja berhubungan dengan risiko penyalahgunaan obat terlarang serta kenekatan untuk menghadapi situasi berbahaya. Artinya penelitian Dr Eastwood kali ini makin memperkuat hubungan tersebut.

Untuk mengatasi rasa bisa, berbapa tips yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Lakukan sesuatu yang berbeda
Mungkin tidak harus serta merta cari pekerjaan baru, bisa juga dengan meminta variasi tugas atau pindah bagian.

2. Tinggalkan rutinitas
Sesekali jangan langsung duduk di depan TV sesampainya di rumah. Lakukan sesuatu yang berbeda dari rutinitas, minimal sekali dalam sepekan.

3. Jangan pernah menunda-nunda
Berlaku untuk urusan hidup maupun pekerjaan. Menunda sangat buang-buang waktu.

4. Belajar fokus
Para psikolog mengatakan, seseorang yang mampu mengatasi gangguan saat sedang memusatkan perhatian maka hidupnya cenderung lebih memuaskan.

5. Bergaul dengan orang yang menyenangkan
Cara termudah untuk bergaul dengan orang yang menyenangkan adalah dengan berubah jadi seseorang yang juga menyenangkan minimal bagi diri sendiri. Caranya cukup dengan melaksanakan poin 1 sampai 4. (detik.com/17/10/12)

--------------------------------------------------------------------------
Promo KACAMATA MP3 di toko FB Hanya Rp. 145.000 klik http://on.fb.me/WUj8wY
Tidak salah jika ada anjuran untuk selalu membunuh rasa bosan, sebab jika tidak demikian maka seseorang benar-benar bisa dibunuh oleh rasa bosan. Menurut sebuah penelitian terbaru, rasa bosan b
isa memicu kematian datang lebih cepat.
Penelitian Dr John Eastwood dari York University baru-baru ini membuktikan bahwa rasa bosan erat kaitannya dengan risiko depresi, tidak takut bahaya, makan berlebih dan penyalahgunaan zat terlarang. Berbagai risiko tersebut dikaitkan lagi dengan risiko mati muda.
Tanda-tanda orang bosan menurut Dr Eastwood seperti yang dimuat dalam laporannya di jurnal Science antara lain sebagai berikut:

1. Susah memperhatikan suatu hal
2. Sadar kalau susah memperhatikan, dan
3. Menyalahkan keadaan karena jadi susah memperhatikan.

Padahal menurut Dr Eastwood, kemampuan memusatkan perhatian pada satu hal adalah salah satu kunci untuk menghindari rasa bosan. Sayangnya ketika mulai bosan, orang cenderung mengalihkan perhatian pada hal lain yang makin membuatnya tidak fokus.

Mau Panjang Umur? Miliki Sahabat Kerja


Sahabat Kerja
Bergaul dengan sesama pekerja tidak hanya baik untuk menunjang suasana kantor, tetapi juga membantu hidup lebih lama. Berdasar penelitian Universitas Tel Aviv di Israel, harapan hidup lebih lama terkait sistem kerja yang dapat mengurangi stres.
Seperti dilansir dari Daily Mail, psikolog menemukan bahwa salah satu rahasia hidup panjang umur adalah dengan memiliki hubungan yang baik dengan rekan-rekan kerja.
Dalam penelitiannya, mereka melibatkan 820 pekerja selama 20 tahun. Dari seluruh partisipan, hanya 53 orang yang meninggal selama periode penelitian. Selain meneliti catatan kesehatan partisipan, mereka juga menanyakan peran masing-masing partisipan di tempat kerja, dan hubungannya dengan rekan kerja.
Setelah mengeliminasi faktor-faktor risiko kematian seperti merokok, konsumsi alkohol, dan penyakit serius yang diidap partisipan, para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja dapat hidup lebih lama.

3 Alasan Untuk Berhenti Kerja


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8iQgyFDQhhQ70qWWqGW31sA8eZJCImqy_gYKStHEzPnfZL1g7T-tjQTcFbCoe_JDWaZKarao5gcYvgAmCe8TYfblObJ9h1RxsppmDfZSQai-dtjZqrC0qv0oKzv66_p5vIKZsflm5egY/s400/hate_work.jpg
Tidak menikmati pekerjaan Anda saat ini? Mungkin itu merupakan indikasi awal bahwa Anda harus berhenti kerja. Tapi sebelum memutuskan hengkang, lihat dulu tiga alasan tepat berikut ini untuk keluar dari suatu perusahaan.
Seperti dikutip Idiva, berikut ini tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda perlu untuk mencari pekerjaan baru.

Gaji rendah
Beban kerja yang meningkat, tapi gaji belum mengalami peningkatan. Jelas, ini bukan hal yang baik, terutama jika Anda sulit bertahan hidup dengan gaji Anda saat ini.
“Jika ongkos dan uang makan tidak memiliki sisa yang lebih atau malah kurang, saatnya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik,” jelas Radhika Goswami, konsultan sumber daya manusia.

Tidak ada kepuasan
Goswami menyarankan, jika sudah tidak puas, lebih baik cari pekerjaan yang dapat memuaskan ambisi Anda.

10 Tips Sukses Untuk Minta Naik Gaji



Berikut ini ada beberapa kesan yang sebaiknya dihindari jika Anda ingin mendapatkan gaji lebih dari bos.
“Yah, saya berharap sih, Bapak bakal bilang iya”
Lebih baik Anda memberitahu atasan bahwa Anda welcome dengan jawaban “tidak”. Perkataan rendah hati macam ini akan menempatkannya pada perasaan yang aman dan tidak merasa terintimidasi untuk ‘harus’ menaikkan gaji.
Emosional
Kuasai diri! Miliki hati berharap untuk yang terbaik, namun bersiap pula untuk yang terburuk. Datangi atasan dengan sikap hati dan pikiran yang netral, tak perlu berharap terlalu besar, namun juga tak usah takut meminta. Sikap hati yang netral akan membuat Anda siap untuk menerima jawaban apapun tanpa menyebabkan reaksi yang berlebihan.
Tak punya persiapan
Coba cari tahu lebih dulu apa yang menjadi syarat kenaikan gaji di kantor Anda. Setelah itu, temukan pula halangan yang menyebabkan Anda naik gaji. Dengan mengetahui ini semua, Anda setidaknya tahu harus menempatkan diri di mana dan minta kenaikan yang bagaimana. Jika semua syarat telah dipenuhi, maka jangan segan untuk membeberkannya pada atasan dengan singkat, dan minta tanggapannya dengan rendah hati.

Berani Pangkal SUKSES !



Apa sih kunci untuk mencapai sukses dan kemajuan dalam karir? 

Jawabannya banyak sekali dan cukup beragam. Dan jawaban ini pun sudah seringkali di bahas dalam buku-buku dan forum disksusi tentang karir. Mungkin anda sendiri sampai bingung untuk mempraktekkannya. Tapi sekarang nggak perlu bingung, karena ada satu kata kunci untuk sukses, yaitu 'berani'. Dengan sejumlah keberanian, karir anda dapat melesat. Tapi, keberanian ini tentu saja bukan asal berani. Yang jelas, untuk maju anda perlu memiliki keberanian yang positif. Lalu keberanian macam apa yang harus dimiliki untuk sukses dalam karir? Jawabannya ada di bawah ini:

Berani menanggung risiko 
Semua pekerjaan mengandung resiko, apapun jenis pekerjaan anda. Lelah dan kekurangan waktu bersama keluarga merupakan resiko klasik yang kerap terdengar. Selebihnya masih banyak resiko yang akan anda tanggung sehubungan dengan pekerjaan anda, tergantung ringan atau beratnya pekerjaan anda. Tentu saja, sejak awal anda harus menyadari resiko yang akan anda hadapi sebagai konsekuensi pekerjaan. Dan jika ingin maju, jangan menghindari resiko. Misalnya jika anda gagal memenuhi target tahun ini, jangan frustasi. Pikirkan cara terbaik untuk mengatasi kegagalan itu.

Menjadi Seorang Pengambil Risiko

"There is no security on this earth. Only opportunity." - Douglas MacArthur.
Apa jadinya bila kita takut mengambil risiko dalam hidup ini? Segala yang kita lakukan pasti berisiko! Apalagi bila hendak maju dan sukses, risiko adalah sesuatu yang harus kita akrabi, bukan dihindari.

Bicara mengenai risiko, seperti kata William J. Bernstein dalam bukunya "The Four Pillars of Investing", "Risk, like pornography, is difficult to define, but we think we know it when we see it." Risiko, seperti pornografi, sukar untuk didefinisikan, tapi kita akan mengetahuinya bila kita telah melihatnya. Begitu pula risiko, kita akan mengetahui dan merasakannya bila kita telah menjalaninya.

Bila kita berani mengambil risiko, artinya kita telah berani menjalani kehidupan itu sendiri. Juga menunjukkan bahwa kita yakin akan mendapatkan suatu pelajaran berharga dari setiap risiko yang diambil. Tentu saja bukan berarti melangkah tanpa perhitungan yang matang. Satu rahasia orang-orang yang telah sukses, seperti yang mereka ungkapkan, adalah bahwa mereka sering mengambil risiko dalam bertindak.

Lantas, mengapa sebagian orang enggan untuk mengambil risiko? Jawabannya sederhana. Mereka takut gagal, berpikir tak dapat melakukannya, atau merasa belum mahir dan berbakat. Keberanian mengambil risiko, sesungguhnya lebih menunjukkan kepada karakter dan mental seseorang. Bukan pada besar kecilnya risiko yang dihadapi. Kualitas seseorang tidak ditentukan dari peristiwa yang datang menghampirinya, tapi dari respon yang ia berikan dari peristiwanya itu sendiri.